Pos

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

Spidol Biru

Aku duduk di bangku semen di ujung lapangan sambil tetap memegang spidol berwarna biru. Menunggu teman-temanku menghampiri dan memintaku menandatangani baju seragam putih mereka yang biasanya dikenakan dengan rapi setiap hari Senin. Bajuku sendiri sudah jauh dari kata bersih, penuh dengan tanda tangan, dan cat semprot dengan tulisan nama sekolah dan tahun kelulusanku. Namun tetap saja, aku menyisakan satu spot kecil di paling bawah bagian depan bajuku. Bahkan hanya dengan melihat teman-temanku setelah tiga tahun bersama, aku merasa tenang. Mataku terus memindai lapangan, menunggu seseorang, atau bahkan bisa kusebut dengan sahabatku datang. Aku sangat paham, biarpun jarum jam Danar bergerak sama dengan irama jam tanganku, tetap saja pria itu tidak pernah datang tepat waktu. Tidak ketika kami masih belajar di kelas. Walaupun rumahnya jauh lebih dekat daripada jarak rumahku dengan sekolah, tetap saja pria itu datang ke sekolah paling cepat sepuluh menit setelah bel masuk berbunyi. Menyebab…