RASANYA

RASANYA ingin kembali lagi ke malam itu. Dimana aku bisa terus menatapmu dalam gelap, menyentuh setiap lekuk wajahmu, dan memelukmu hingga mentari kembali meninggi. Aku tidak pernah berpikir bahwa akhirnya akan jadi seperti ini. Menunggumu muncul di layar ponselku.
Memang sih, salahku terlalu berharap pada orang sepertimu. Yang pergi secepat datangnya, sehingga tak ada seorangpun yang akan siap ketika kamu berpaling. Bukan, bahkan aku tak tahu apa kata yang pas dalam kalimat itu, karena kenapa harus ku gunakan kata berpaling, ketika kamu bahkan bukan milik ku?
Tidak ketika kamu menoleh kebelakang dan berpindah tempat duduk ketika perjalanan pulang. Tidak ketika kamu bersandar pada pundakku sehingga aku dapat memainkan helai rambut halusmu. Tidak ketika aku menatap mata hitammu. Tidak, kamu bukan milikku, bahkan tak pernah terucap satu kata suka dari bibirmu.
Aku bodoh kala itu. Karena membalasmu ketika pertama kali kamu muncul di layar ponselku. Rasanya ingin kembali ke waktu itu, dan menghapus semua memori tentangmu. Sehingga tak ada lagi bayang-bayangmu di kepalaku. Jadi sudah sebaiknya aku mundur selangkah demi selangkah, ketika kamu sudah berlari jauh mengejar bayang.
Namun setelah semua yang terjadi, aku tetap saja bodoh ketika tersenyum setelah melihat namamu muncul kembali di layar ponselku.

[Words Count:196]

Komentar

Pos populer dari blog ini

LAGI.

MENARIK KETIKA SESEORANG JATUH KARENA SEBUAH KERIKIL

PELANGI