Bukankah

Gadis itu mengangkat telepon setelah tiga percobaan sebelumnya. Malam itu pukul 21.04, suara gadis itu bahkan terdengar parau. Bukankah seharusnya pria itu tahu, bahwa gadis itu selalu tertidur cepat?
Ia melangkah keluar kelas ketika gadis itu duduk sendirian di bangku depan kelasnya. Dengan rambut panjangnya yang terurai dan earphone terpasang ditelinganya. Menikmati kesendirian sambil memandang kearah lapangan. Kemudian pria itu menghampiri, namun justru si gadis tidak menunjukkan senyumnya. Bukankah seharusnya pria itu tahu, bahwa gadis itu tidak lagi tertarik padanya?
Tapi justru si pria semakin menjadi. Bermain gitar duduk di bangku ketika jam istirahat, dengan sang gadis yang duduk-duduk dibawah sambil bercengkrama dengan ketiga temannya. Jari-jari pria itu memetik senar sambil menyenandungkan lagu kesukaannya. Tapi yang ada justru gadis itu berdiri dan melangkah pergi. Bukankah seharusnya pria itu tahu, bahwa gadis itu tidak ingin jatuh kembali?

[Words Count : 136]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasanya

Pahit

Spidol Biru