Pos

Menampilkan postingan dari Maret, 2015

KENAPA

"Gavyn," panggilku saat Gavyn terus saja menambah laju kendaraannya. "Gavyn, stop!" Biar ku perjelas terlebih dahulu. Gavyn bersikap aneh sejak pulang sekolah tadi. Aku tidak tahu apa penyebabnya, tiba-tiba saja ia berbicara dengan nada ketus setiap kali aku mengajaknya bicara. Tangan kanannya sudah penuh luka-luka lebam. Kini ia tengah memberhentikan motornya secara tiba-tiba. Gavyn melepas helm dan memutar badannya menghadap kearahku, "Kenapa?" Wajahnya dipenuhi raut kesal, tangan kanannya mengepal hingga luka yang seharusnya menutup kini sudah membuka kembali aliran kecil darah. "Aku yang seharusnya tanya kaya gitu," Ku lipat kedua tanganku didepan dada sambil menaikkan sebelah alis meminta pernyataan lebih lanjut. "Kenapa?" "Gavyn Darell, tolong jawab pertanyaanku." Aku menghitung sampai sepuluh dengan hitungan lambat, namun Gavyn tetap tidak menggubris. Kesabaranku sudah mulai habis, kuputuskan untuk turun dari motornya dan …