Entahlah

                Entahlah, terlalu sakit hingga tak merasakan apa-apa memang aneh. Terlalu pedih hingga tak bisa melampiaskan dengan tangisan. Terlalu pahit untuk dikenang. Hubungan, bukankah seharusnya timbal balik?

                Entahlah, mungkin Tuhan sendiri merasa permintaanku terlalu tinggi untuk diwujudkan. Terlalu banyak bumbu fiksi untuk menjadi kenyataan. Kalau sudah seperti itu, mau diapakan lagi? Tuhan pasti punya jalan terbaik untuk jalan hidupku. Aku percaya itu.

                Entahlah, aku yang terlalu bodoh atau aku yang terlalu percaya pada setiap ucapannya yang patut disalahkan. Intinya selalu sama, aku selalu ditinggalkan. Tanpa alasan dan kepastian. Bumi selalu berputar mengelilingi porosnya, terus bergerak. Begitupun hidup, aku tak akan pernah berhenti disini karena satu alasan yang tak pasti. Terus bergerak, berharap akan ada akhir yang indah dalam cerita ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasanya

Pahit