Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2014

Bodoh

(Based On a Song: Katy Perry - Ghost)
You sent a text It's like the wind changed your mind June 5th, 2012. Mataku mulai menggelap, kantungnya semakin besar menyerupai mata hitam panda. Bodohnya aku tetap terjaga menunggu kemungkinan besar yang sudah terpampang jelas didepan mata. "Kayaknya kita lebih baik temenan aja deh ya," Aku masih tak percaya dengan apa yang kubaca dari layar handphoneku ini. Aku menunggunya lebih dari dua belas jam hanya untuk ini? Kecewa? Ya, pastinya. Memang, sejak awal aku memang sudah antipati pada kemungkinan yang satu ini. Tapi tetap saja kan, mana ada orang yang siap ditinggalkan oleh orang yang disayanginya? Semakin lama aku berpikir tentangnya, semakin banyak pula kenangan yang kembali dalam benak-benak pikiranku. Entahlah, terlalu sakit hingga aku tak bisa merasakan apa-apa. Terlalu kecewa hingga tak bisa melampiaskannya dalam tangisan. Rasanya lebih baik menangis daripada terus memendam perasaan bodoh ini sendirian. Lima bulan tanpa perasaan y…

Entahlah

Entahlah, terlalu sakit hingga tak merasakan apa-apa memang aneh. Terlalu pedih hingga tak bisa melampiaskan dengan tangisan. Terlalu pahit untuk dikenang. Hubungan, bukankah seharusnya timbal balik?
                Entahlah, mungkin Tuhan sendiri merasa permintaanku terlalu tinggi untuk diwujudkan. Terlalu banyak bumbu fiksi untuk menjadi kenyataan. Kalau sudah seperti itu, mau diapakan lagi? Tuhan pasti punya jalan terbaik untuk jalan hidupku. Aku percaya itu.
                Entahlah, aku yang terlalu bodoh atau aku yang terlalu percaya pada setiap ucapannya yang patut disalahkan. Intinya selalu sama, aku selalu ditinggalkan. Tanpa alasan dan kepastian. Bumi selalu berputar mengelilingi porosnya, terus bergerak. Begitupun hidup, aku tak akan pernah berhenti disini karena satu alasan yang tak pasti. Terus bergerak, berharap akan ada akhir yang indah dalam cerita ini.