Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

April Mop

Dengan bodohnya aku mau mendengarkan curhatan temanku yang satu ini. Ia sedang bercerita tentang perempuan yang berhasil mengambil hatinya selama eh, satu setengah tahun tanpa mengetahui perasaan perempuan itu padanya. Lebih mengejutkannya lagi, perempuan itu juga sempat dekat denganku, sebagai sahabat. Kalena Beryl. Memang sih dia nggak secantik yang orang-orang kira, hanya saja dia menarik. Wajahnya membuat laki-laki manapun tidak akan pernah bosan melihatnya, bisa dibilang termasuk aku. Badannya tidak langsing seperti kebanyakan perempuan, bahkan ia termasuk golongan yang bisa dikatakan berisi daripada gemuk. "... Ya, jadi gitu. Pas nama dia ada di daftar kelas yang sama kaya kita tahun lalu, dari situ aja gue udah ada feel. Apalagi pas waktu kita malam di bus perpisahan. Gue duduk disamping dia dan rasanya campur aduk banget. Terus pas dia mulai mainin tangan gue, Ya Tuhan! Gue masih bisa ngerasain. Padahal gue udah punya pacar, lo tau kan. Dan disitu ada Ben. Ben Tahar Koeta, …

Hampir Menyerah

(Based On a Song: Little Mix - Good Enough)
I am the diamond you left in the dust I am the future you lost in the past Seems like I never compared Wouldn't notice if I disappeared Aku berjalan sambil menenteng delapan mawar putih ditangan kanan. Tersenyum karena lagi-lagi perkiraanku benar, ia belum sampai dikelasnya saat ini. Jadi kuletakkan rangkaian bunga cantik itu diatas mejanya, seperti biasa. Bukannya aku romantis, aku sedang berusaha melakukannya. Jadi seseorang yang keturunan kota paling romantis di dunia benar-benar tidak membantu. Aku sampai harus meminta tolong Riko, sahabat kekasihku, atau Roe, kakak perempuanku yang menyebalkan, untuk mencari cara supaya aku bisa membuatnya bahagia. What the h... Aku berusaha menenangkan jantungku yang hampir saja copot. Kenapa cowo aneh ini selalu datang tiba-tiba? Weirdo! Aku langsung memasang wajah sok cool-ku dan berjalan kearahnya. "Weits, tumben amat lo hari gini udah nongol." Tegurnya sopan. Aku menyunggingkan senyum miring …

Salahku

(Based On a Song: Justin Bieber - That Should Be Me)

Kenzie Everybody's laughing in my mind Rumors spreading about this other guy Do you do what you did when you Did with me? Aku ingin pulang dan membenamkan kepalaku yang sudah panas dengan sebaskom air es. Bukannya langsung melakukannya, dan sebenarnya sangat ingin melakukannya, aku justru tetap bermuka badak dan benar-benar pasang gaya nggak tahu malu. Kedua indra pendengarku juga ikut-ikut panas sampai-sampai aku ingin mengipasi mereka. Mendengar omongan orang yang nggak pernah melihatnya dari dua sisi emang nyebelin banget. "Ya emang, gue jadi Rhea juga bakal milih Darell lah. Udah bule, ganteng, tinggi, romantis, ya ampun! Kurang apalagi coba?" Ujar salah seorang murid yang memakai baju super kecil, rok super pendek, dan wajah dengan riasan super tebal. Yang sayangnya meja tempat ia duduk berada tepat didepan mejaku, Bela. Kabarnya dia ingin ikut-ikutan seperti Alanna, tapi kenyataannya ia malah terlihat seperti badut yang …

Bodoh

(Based On a Song: Katy Perry - Ghost)
You sent a text It's like the wind changed your mind June 5th, 2012. Mataku mulai menggelap, kantungnya semakin besar menyerupai mata hitam panda. Bodohnya aku tetap terjaga menunggu kemungkinan besar yang sudah terpampang jelas didepan mata. "Kayaknya kita lebih baik temenan aja deh ya," Aku masih tak percaya dengan apa yang kubaca dari layar handphoneku ini. Aku menunggunya lebih dari dua belas jam hanya untuk ini? Kecewa? Ya, pastinya. Memang, sejak awal aku memang sudah antipati pada kemungkinan yang satu ini. Tapi tetap saja kan, mana ada orang yang siap ditinggalkan oleh orang yang disayanginya? Semakin lama aku berpikir tentangnya, semakin banyak pula kenangan yang kembali dalam benak-benak pikiranku. Entahlah, terlalu sakit hingga aku tak bisa merasakan apa-apa. Terlalu kecewa hingga tak bisa melampiaskannya dalam tangisan. Rasanya lebih baik menangis daripada terus memendam perasaan bodoh ini sendirian. Lima bulan tanpa perasaan y…